Rabu, 16 Juli 2014

Indonesian Cover Lyrics : SISTAR19 - Gone Not Around Any Longer

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 


Lirik Indonesia :

Aku tak tahu kita berpisah dengan mudah
Airmata mengalir tanpa henti

Sikat gigimu ada lalu hilang
Wangimu dulu ada lalu hilang
Ingin kukatakan kumencintaimu
Tapi nomormu tak bisa tersambung

Foto yang dulu ada lalu hilang
Helai rambut yang ada lalu hilang
Berjalan dengan pikiran yang kosong
Airmataku tumpah

*Aku tak bisa bernafas karna kamu hilang
Tak bisa tinggal karena kau tak ada
Mulai sekarat tapi kau tak disini lagi
tak ada tak ada tak ada

**Tak bisa lagi tersenyum karna kamu hilang
Tak suka terlihat menyedihkan karena
kau tidak ada disini
Tak ada lagi yang kuandalkan

Rap)
Mengapa aku lemah begini seperti orang bodoh setiap hari
Bagai bunga yang menggelap, tanpamu, aku berkata
Ini sakit, menyakitkan dan sedih, sendiri dan sepi
Menangis dan jatuh tertidur

Aku benci ketika aku mabuk dan tersandung
Tak bisa bertengkar denganmu meski kuingin
Karna kamu hilang, karna kamu hilang
Tak ada lagi temanku bicara

*Aku tak bisa bernafas karna kamu hilang
Tak bisa tinggal karena kau tak ada
Mulai sekarat tapi kau tak disini lagi
tak ada tak ada tak ada

**Tak bisa lagi tersenyum karna kamu hilang
Tak suka terlihat menyedihkan karena
kau tidak ada disini
Tak ada lagi yang kuandalkan

Aku sakit Aku sakit Karna kau tak ada




Senin, 14 Juli 2014

Indonesian Cover Lyrics : TVXQ (Tohoshinki) - I Know

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 


Lirik Indonesia :

*Seberapa dalam dan lama diriku telah mencintaimu?
Meski telah kulepaskan jari-jarimu
katakan kita 'kan bertemu lagi

Mencintaimu...

Kemarin dan hari sebelumnya, tiap malam (slalu)
Aku memikirkanmu, betapa bodoh aku
Kau ada di dekatku atau jauh disana
Hatiku selalu bersamamu

Kata-kata yang ada di hatimu, katakan semuanya padaku
Setiap orang miliki tempatnya
Aku sudah lama tahu

*Seberapa dalam dan lama diriku telah mencintaimu?
Meski telah kulepaskan jari-jarimu
katakan kita 'kan bertemu lagi

Saat merasa bahagia atau sedih (slalu)
Aku memikirkanmu, ini tidak benar
Waktu berlalu tanpa terhentikan
aku sudah lama tahu

Aku jatuh cinta sangat dalam meski
takkan ada harapan
Kesepian selalu datang saat aku menahanmu
di sampingku erat-erat

Aromamu yang wangi, bayang-bayang sosokmu
Mengisi setiap kekosongan diriku
Sekali saja dalam hidup
Ingin kurasakan cintamu

*Seberapa dalam dan lama diriku telah mencintaimu?
Meski telah kulepaskan jari-jarimu
katakan kita 'kan bertemu lagi

** Tak peduli seberapa besar aku ingin mencintaimu
Orang yang bisa membuatmu bahagia bukan aku,
aku benar-benar tahu

Dan aku hanya mencintaimu...


Original Lyrics and Translation



Sabtu, 05 Juli 2014

I Like Covering K-pop Songs' Lyrics

Sejak kapan saya mengenal K-pop? Sejak SMA. Saat Queen Seondeok, Boys Before Flower diputar di Indosiar, dan juga re-run Full House. Lebih tepatnya, mungkin sekitar tahun 2009. Artis K-pop yang pertama kali saya suka adalah Rain, karena adanya Full House itu. Jaman itu, internet tidak seumum sekarang, saya salah satu yang beruntung karena bapak saya memasang jaringan internet sendiri di rumah. Makanya saya mulai mendownload Full House sendiri, juga mencari lagu-lagu yang sekiranya menarik.

Sebagai seorang yang mudah bosan, ketika Brilliant Legacy diputar di TV, saya juga suka sama Lee Seunggi. Rain mulai terlupakan. Saya masih punya beberapa lagunya, macam Unfinished Story dan Let's Break Up. Tapi saat-saat itu saya cuma menjadi fans occasional saja, tidak serajin saat mulai kuliah. Puncak kesukaan saya pada K-pop adalah saat TVXQ comeback dengan Why (Keep Your Head Down). Saya sempurna menjelma menjadi fangirl. Apalagi saat itu saya mengenal beberapa teman kuliah yang juga suka K-pop, meskipun bukan TVXQ. Dia ELF, Super Junior mania, tapi juga tahu K-pop jauh lebih banyak daripada saya. Kenal SNSD saja juga dari dia. Lucu juga, soal SNSD dan Super Junior, dulu saya sempat berpikir, "Banyak banget, gimana ngapalinnya nih?" :D

Kenapa saya sekarang suka membuat cover lirik berbahasa Indonesia dari lagu-lagu yang saya sukai? Awalnya, sebuah facebook page yang mendukung TVXQ 2 member (yang kebetulan saya kenal adminnya secara maya) membuat TVXQ 6th Album Project dengan menerjemahkan terjemahan lirik bahasa Inggrisnya ke bahasa masing-masing anggota page. Saya kebetulan menerjemahkan jadi bahasa Indonesia. Tapi saat itu saya hanya membuat terjemahan biasa, bukan cover lirik. Entah kenapa, saya jadi ingin membuat lirik bahasa Indonesia yang bisa dinyanyikan sesuai lirik bahasa Koreanya. Oleh karena itu, cover lirik pertama yang saya buat adalah TVXQ - Catch Me.

Sebagian besar lirik yang saya cover adalah dari lagu-lagunya TVXQ. Wajar sekali, karena saya memang melakukannya sebagai hobi, refreshing. Terjemahan bahasa Inggrisnya biasa saya dapatkan dari kpoplyrics.net dan popgasa.com, atau juga situs-situs lainnya kalau di dua situs itu tidak ada. Lagu non-TVXQ pertama yang saya buat cover liriknya adalah Hyorin - I Choose To Love You. Itu atas permintaan teman saya yang SISTAR mania. Agak-agak aneh karena saya tidak familiar dengan lagunya. Maklumlah ya :)

Cover lirik biasanya saya buat setelah membuat terjemahan bebasnya, atau kadang langsung dari bahasa Inggrisnya. Saya membuat cover untuk setiap baris, untuk mengetahui pemenggalan yang pas. Saya membuat cover sambil mendengarkan lagunya, untuk mengepaskan lirik Indonesia yang saya buat dengan lirik aslinya. Lamanya tergantung susahnya lagu dan keinginan saya :) Bagian rap yang umumnya sulit untuk dicover.

Saya akan mempost cover lirik yang sudah saya buat. Sebagian sudah ada di facebook saya. Yah, supaya blog ini ada isinya :D

Minggu, 22 Juni 2014

Sudut Pandang PBS (Pemilih Bukan Simpatisan)

Hangat. Panas. Ketika saya berharap situasi mendingin dengan adanya calon alternatif lain selain Jokowi dan Prabowo, suasana justru semakin kemebul. Partai-partai Islam yang katanya mau bikin koalisi sendiri ternyata terbagi-bagi ke dua kubu itu, berharap menjadi cawapres mungkin. Masih agak menyesalkan sih, padahal kalau suara dari partai-partai tersebut disatukan bisa didapatkan jumlah pemilih yang lumayan signifikan. Meskipun begitu, sepertinya dari sisi politik dan sisi lain-lainnya itu tidak bisa dilakukan, makanya tidak dilakukan. Sebenarnya agak-agak sebal sih melihat PPP yang sempat terbelah cuma gara-gara ada yang dukung salah satu capres dan ada yang tidak mendukung. Lha, kan bisa dirapatkan dulu, jangan langsung jadi headline news, malu kali :)

Suka tidak suka, capresnya cuma ada dua. Kemudian cawapres juga dipilih berdasarkan entahlah apa terserah partainya, lalu terbentuklah pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Dua pasangan tersebut kemudian mengambil nomor urut, hasilnya Prabowo-Hatta dapat nomor 1 dan Jokowi-JK dapat nomor 2. Ada debat pasangan tersebut. Wajar. Ada debat capresnya saja. Wajar. Tapi yang meramaikan justru debat pendukungnya. Baik itu di sosial media, warung kopi, teras tetangga, balai desa, pos ronda, dimana-mana. Panas. Panas.

Saya yang dari awal kurang begitu sreg dengan dua calon tersebut ( sampai sekarang juga belum sreg :D ) cuma bisa ngowoh kalau melihat Beranda halaman facebook saya. Beragam posting dari pendukung, simpatisan kedua belah pihak merajalela. Rendahin diri, ninggiin mutu. Ninggiin diri, rendahin yang lain. Dahsyat. Sampai terkaburkan mana fakta mana dusta, mana yang tulus dan mana akal bulus. Apalagi untuk saya yang tidak punya pengetahuan awal memadai tentang dua calon tersebut. Bagaikan masuk ke dalam labirin tak berujung :)

Lucunya, entah itu dari pusat entah itu inisiatif dari bawah, ada banyak "pengakuan" tentang sesuatu yang sama dari kedua belah pihak. Misalnya nih, pendukungnya Prabowo bilang Prabowo mirip Bung Karno, eh tapi pendukungnya Jokowi juga bilang kalau Jokowi mirip Bung Karno. Lalu setelah debat capres yang pertama itu, ada yang bilang Jokowi kalem dan tidak agresif. Eh yang lain lagi bilang Prabowo yang kalem dan nggak terpancing. Ini kan subyektif sangat. Bagaimana dengan nasib saya yang nggak punya TV? Saya harus percaya yang mana? Kalau kata ibu saya sih, Hatta Radjasa yang kalem...

Sebenarnya, ada untungnya juga saya tidak punya TV. Soalnya, menilik dari reaksi orang-orang, media sekarang jauh dari kesan netral. Maklum ye, yang punya stasiun TV orang-orang parpol, atau simpatisan parpol tertentu, jadi kalau menceng ke arah yang didukung ya mau bagaimana lagi, punya mereka ini stasiun TV-nya, bukan punya mbah saya :(

Apa sebenarnya yang paling mengganggu saya sebagai pemilih bukan simpatisan? Tidak lain tidak bukan adalah kampanye membabi buta yang sedikit banyak menjurus kepada black campaign. Saya sebagai penikmat facebook merasa tidak lagi nikmat lagi melihat orang-orang menshare artikel yang berisi kelemahan lawan. Pendukung Prabowo menshare kegagalan Jokowi. Pendukung Jokowi menshare masa lalu Prabowo. Lalu artikel lain lagi. Lalu pendapat pribadi. Lalu artikel. Entah itu artikel dari situs yang lumayan terkenal (tempo, republika, kompas, dll.) sampai blog-blog pribadi. Tidak habis-habis. Sampai terkaburkan mana fakta mana dusta, mana yang tulus dan mana akal bulus. Lebih miris lagi kalau yang menshare itu aktivis-aktivis yang menurut saya baik dan sholeh/sholehah. Mungkin tujuan mereka memang untuk memberi informasi pada umat agar tidak salah pilih karena dampaknya pasti besar untuk kehidupan kita semua 5 tahun ke depan. Tapi dengan membabi buta menyebarkan keburukan, yang belum pasti benar dan salahnya, kok rasanya kurang sreg saja, agak aneh saja. Mungkin itu cuma perasaan saya pribadi, tapi pada saat pemilu legislatif kemarin mereka-mereka ini tidak se"uwaw" ini kampanyenya. Tidak seaktif ini menyebarkan link-link yang sebagian besar berisi keburukan calon yang tidak didukungnya.

Saya kira, daripada menyebarkan keburukan lawan, lebih baik yang dishare adalah kelebihan calon yang didukung. Walaupun itu bisa dikategorikan "bragging", tapi paling tidak itu bukan "stabbing". Terlebih untuk mereka yang menurut saya baik dan sholeh/sholehah, sebisa mungkin jangan memperlihatkan "kebencian". Katanya rahmatan lil 'alamin? :)

Lalu, siapa yang akan saya pilih tanggal 9 Juli nanti?
Saya belum tahu. Masih ada sekitar tiga minggu untuk memikirkannya lebih matang :)

Kamis, 29 Mei 2014

Unrequited Love

Mereka memanggilnya Unrequited Love.
Atau One-Sided Love.
Cinta bertepuk sebelah tangan, bahasa Indonesianya.
Kenapa bertepuk sebelah tangan?
Apakah karena kau memukul udara dan mendapati kekosongan
Atau karena kau bergerak tapi tak mengeluarkan suara
Sehingga hanya diri sendiri yang tahu semua itu?

Tak apa, tak apa
Tak berbalas pun, dia tetap cinta
Tak ada yang tahu pun, dia tetap cinta
Rasanya akan sama
Bahkan kepedihan membuatnya lebih berwarna
Seperti setangkai mawar yang mekar sendiri
Terlihat kesepian, tapi indah tak terperi