Tampilkan postingan dengan label Piece of Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piece of Heart. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Desember 2017

Should I Take A Journey : Malang to Leces, Probolinggo

Liburan tahun baru baru saja lewat. Tidak istimewa sebenarnya, karena tanggal 1 Januari 2017 berada di hari Minggu. Bagi sebagian orang yang cuti bersama di tanggal 2 (Senin), itu adalah long weekend. Bagi saya yang Senin tetap masuk seperti biasa, itu adalah weekend biasa. Awal minggu terakhir di bulan Desember 2016 saya jalani seperti biasa. Kerja, ngecekin medsos, bingung mau makan malam apa, gitu-gitu terus. Apalagi si dedek lagi pekan sunyi sebelum UAS, jadi dia pulang ke Pacitan dan Malang terasa agak sepi.

Suatu malam, entah hari Selasa atau Rabu, saya melihat status BBM teman saya, teman baik saya sejak kuliah, kalau dia sedang libur dan pulang kampung ke Leces, Kabupaten Probolinggo. Ide untuk mengunjunginya tiba-tiba muncul, karena saat saya ke Jogja kemarin tidak bisa ketemu sama dia. Langsung saya utarakan, dan dia menyambut baik ide itu. Anggi, begitu saya biasa memanggilnya, bilang siap menampung saya di rumahnya. Weekend adalah satu-satunya pilihan karena libur saya memang cuma itu :D


Sabtu pagi, sekitar pukul 8.00, saya ke terminal Arjosari yang lokasinya cukup dekat dengan kos saya. Naik motor 5 menit juga sudah sampai. Motor kemudian saya titipkan di penitipan motor 24 jam yang ada banyak di sekitar terminal. Parkir menginap, tentu saja. Bayarnya sekitar Rp 10.000,- (saya lupa tepatnya. Kelamaan sih bikin ini tulisannya). Sebelumnya, teman saya sudah menyarankan untuk naik bus patas jurusan Jember saja, daripada saya harus oper bus di terminal Probolinggo. Leces sendiri letaknya memang di Kabupaten Probolinggo, sementara Terminal Bayuangga masuk di Kota Probolinggo. Jadi ada dua pilihan, naik bus Malang - Probolinggo, kemudian ganti bus jurusan Surabaya untuk ke Leces, atau langsung menggunakan bus patas Malang - Jember tapi turun di Leces. Mengingat saya jarang sekali main jauh pakai kendaraan umum sendirian, teman saya menyarankan yang kedua. Mungkin dia takut saya kesasar atau hilang hahaha.

Saya sedikit bingung untuk memilih bus, kemudian setelah beberapa teriakan dari para kondektur akhirnya saya naik ke bus patas NNR jurusan Jember. Tidak lama, bus berangkat. Saat membayar tiket, saya ikut harga ke Jember karena Leces berada di antara Probolinggo dan Jember. Rp 60.000,- seingat saya. Jika cuma sampai terminal Probolinggo, harganya + Rp 30.000,-. Saya duduk di samping seorang ibu yang mau ke Jember. Ibunya baik, banyak bercerita yang bisa dipetik hikmahnya. Saya cuma sempat tidur sebentar. Bus ini di terminal Probolinggo cuma berhenti sebentar, tidak ngetem, lalu melanjutkan perjalanan.

Foto 1. Tiket Bus AKAS NNR

Menurut ayah saya, buku tulis dari Pabrik Kertas Leces dulu cukup terkenal, seperti buku tulis Sinar Dunia sekarang ini. Saya turun di halte bus dekat Pabrik Kertas Leces (yang sekarang sudah gulung tikar) sesuai dengan saran Anggi, supaya mudah untuk dijemput. Anggi datang menjemput saya dengan motor Beat pinkeu. Ternyata rumah Anggi masih agak masuk dari jalan besar, tepatnya di Perumahan Leces Permai. Kedatangan saya disambut hangat, anggap saja rumah sendiri, begitu. Akhirnya saya bertemu langsung dengan Papa, Mama, adiknya Anggi (Ilman) dan sepupunya yang sudah sering saya dengar dari cerita Anggi. Daerah rumah Anggi cukup ramai dengan tetangganya yang lalu lalang. Sore hari, Ilman bermain ke lapangan naik sepeda, seperti umumnya anak-anak. Yah lumayanlah, saya jadi merasakan rumah (orang lain) setelah biasanya jadi anak kos (yang sebenarnya pulang hampir tiap bulan). Sore itu juga sempat ngobrol-ngobrol sama papanya Anggi sambil duduk-duduk di halaman yang teduh.

Foto 2. Gerbang Pabrik Kertas Leces

Malam harinya, kami bermaksud buat bakar-bakar berhubung lagi malam tahun baru Masehi. Ternyata nyalain apinya susah banget hahaha. Akhirnya cuma 2-3 buah jagung yang dibakar pake arang, sisanya pake teflon di dapur. Paling tidak dapat spirit tahun barunya lah ya :D Malamnya, saya tidur sama Anggi. Sempat nonton 1 Night 2 Days satu episode, kemudian kami tidur. Acara besok? Anggi ingin mengajak saya ke BJBR, tapi kalau di rumah, Anggi tidak diizinkan bawa motor jauh-jauh, sementara BJBR (Bee Jay Bay Resort) berada di Pelabuhan Mayangan, Kota Probolinggo. Akhirnya saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut, yang jelas besok itu saya harus sudah kembali ke Malang karena lusa masuk kerja.

Pagi hari pertama di tahun 2017, akhirnya Anggi diizinkan untuk mengantar saya ke BJBR sekaligus ke terminal untuk pulang, tapi kami tetap harus naik angkutan umum hahaha. Kami berjalan kaki dari rumah Anggi ke jalan besar (Jalan Raya Leces), jaraknya sekitar 500 meter. Saya melewati sekolah Anggi dulu, yaitu TK-SD-SMP-SMA Taruna Dra. Zulaeha. Sekolah ini sebenarnya merupakan bagian dari Pabrik Kertas Leces dan tetap berjalan meskipun pabriknya sudah berhenti beroperasi karena dikelola oleh Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Keluarga Kertas Leces. Sekolah ini tergolong sekolah yang bagus di Probolinggo karena muridnya tidak hanya dari karyawan Pabrik Leces tapi ada siswa-siswa dari Kota Probolinggo juga. Dari cerita papanya Anggi kemarin, lulusan SMA Taruna Dra. Zulaeha tersebar di perguruan-perguruan tinggi top di dalam dan luar negeri. Wow.

Foto 3. Papan Nama Sekolah Taruna Dra. Zulaeha

Kami menunggu bus ke terminal di pinggir jalan. Bus-bus jurusan Surabaya banyak yang lewat, akhirnya kami naik ke bus Ladju dan berhenti di Terminal Bayuangga. Biayanya cuma Rp 5.000,- dengan perjalanan sekitar 10 menit. Lalu bagaimana caranya kami ke BJBR? Naik angkot. Ini pertama kalinya buat saya (sungguh memalukan), karena saya biasa naik motor ke mana-mana. Kami mencari angkot yang rutenya melewati Pelabuhan. Ada, kode F atau G saya lupa. Tapi masih kosong, jadi ngetemnya cukup lama. Setelah ada dua penumpang lagi selain kami berdua, angkot pun berangkat.

Foto 4. Dalam Angkot yang Melaju :D

Ternyata eh ternyata, si angkot ini nggak nganter sampai pelabuhan, cuma sampai di sebuah perempatan di mana banyak becak yang mangkal. Saya sedikit ragu untuk memakai satu becak untuk 2 orang, soalnya saya merasa kami berdua ini cukup berat hahaha. Kebetulan pak becaknya juga kelihatan sudah tua. Tapi karena Anggi bilang tidak apa-apa, akhirnya saya ikut naik. Eh baru mau naik, kami sudah hampir numplek karena posisi becaknya masih belum masuk ke jalan sepenuhnya, bagian belakang masih agak di pinggir jalan yang tanahnya lebih tinggi dari jalan. Saya sudah parno, tapi akhirnya kami berangkat juga dengan si bapak yang mengayuh pelan-pelan. Kejadian kedua adalah ketika melewati rel kereta api, mungkin si bapak kurang kuat memegang setir (?) becaknya, jadi tempat penumpangnya belok ke kiri dengan cepat ( istilah Jawa saya : monting), semacam mau jatuh juga. Astaghfirullah, deg-degan banget. Teratasi, kami jalan lagi. Pelan-pelan. Nah, di pertigaan tepat sebelum pintu masuk Pelabuhan Mayangan. ternyata macet berat. Becaknya nggak akan bisa masuk. Akhirnya saya dan Anggi memutuskan untuk jalan kaki saja dari situ.

Foto 5. Perjalanan ke Pelabuhan menggunakan becak

Maafkan kami yang berat ini pak

Setelah berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km, kami sampai di gerbang pelabuhan Mayangan. BJBR berada di dalam kompleks pelabuhan ini, berjalan sedikit dari gerbang pelabuhan tadi dan pintu masuk BJBR ada di kanan jalan. Tahun baru, berarti peak session. Harga tiket sedikit lebih mahal dari biasanya. Kami mendapatkan gelang plastik dan kalender 2017.

Foto 6. Tiket BJBR

Kami memilih untuk masuk ke kawasan mangrove terlebih dahulu.

Foto 6. Suasana Hutan Mangrove

Foto 7. Ada beginian, buat apa sih?
\
Semacam lounge. Di dalam area mangrove ini ada cottage-cottage. Kami haus, beli es krim. Mahal bos.

Wisata mangrove ini lebih ke wisata jalan-jalan saja, tidak begitu banyak attraction khusus. Setelah hampir menuju pintu keluar, barulah terlihat beberapa attraction yang sepertinya cukup menarik, tapi kami cukup melihat saja karena RAME BANGET. Menikmati pemandangan saja sudah cukup menyegarkan buat kami. 

Wahana Perahu Keliling
Tulisan I <3 BJBR yang rame banget


Toko Oleh-oleh


Area Gembok Cinta. Terjawab sudah pertanyaan saya di Foto 7 :D



Pintu Keluar area mangrove

Ada yang unik lagi! Masjid di tengah lautan. Wow! Keren ya! Tapi karena terlalu jauh, dan kami lihat juga ramai sekali, kami memutuskan untuk sholat di luar lokasi BJBR saja. Anggi mengusulkan untuk sholat dan istirahat di Masjid Agung Kota Probolinggo saja, sekalian jalan-jalan kan di alun-alun. Okelah, saya setuju.

Masjid di tengah laut. Unik!

Keluar dari area mangrove, terdapat semacam taman dengan bola dunia yang jadi ikonnya BJBR. Ada kolam renang berpancuran yang kebanyakan diisi sama bocah-bocah, ada area food court juga. Ada spot-spot yang asyik buat foto-foto. Lumayanlah.





Puas menikmati BJBR (yang semakin panas), kami kembali berjalan kaki ke luar. Lepas dari area pelabuhan Mayangan, sebenarnya kami berniat mencari becak lagi, namun yang pertama kali kami temui adalah becak motor (bentor). Malah enak sih haha, nggak khawatir bakalan njomplang lagi kan ya. Saya akan langsung pulang ke Malang, namun Anggi mengajak saya untuk sholat dan makan dulu di sekitar alun-alun Probolinggo (yang berseberangan dengan Stasiun Kota Probolinggo). Baiklah, saya manut saja.

Bye BJBR! Bye Pelabuhan Mayangan!

Bentor yang mengantar kami tidak berani menurunkan kami di dekat Masjid Agung, karena takut sama polisi (fyi bentor memang sering dirazia karena dia adalah motor yang dimodifikasi jadi becak bermotor). Tidak apa, akhirnya kami jalan dulu untuk makan Bakso Stasiun, yang kiosnya di pojokan Stasiun Probolinggo. Enak banget sih. Pantas ramai sekali. 

Habis makan siang dengan bakso, saya dan Anggi sholat di Masjid Agung, sambil istirahat setelah sholat. Siap-siap lagi, kemudian jalan-jalan sebentar di alun-alun. Sayang sekali saya tidak ada proofshot karena laptop tempat saya memback-up foto-foto lama rusak dan tidak bisa direcovery hiks. Baiklah, jadi setelah jalan-jalan sebentar tadi, kami kembali naik angkot ke terminal bus. Sudah waktunya saya kembali ke Malang.

Berbeda dengan saat berangkat, kali ini saya naik bus Ladju. Harga tiketnya Rp 30.000,- untuk Terminal Probolinggo sampai Malang. Busnya ber-AC juga, namun sepertinya agak lebih tua dari bus NNR yang saya naiki saat berangkat. Anggi menunggu saya naik ke bus dulu, baru dia pulang kembali ke Leces.

Tiket bus Probolinggo-Malang

Sejujurnya, saya itu agak takut naik bus sendirian, saya lebih suka naik kereta. Mungkin karena di masa lalu HP saya pernah jatuh dan hilang di bus. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau bus itu juga termasuk angkutan yang cukup ramah di kantong bila dibandingkan dengan moda transportasi umum lainnya. Yang jelas, untuk kunjungan kali ini saya berterimakasih sekali kepada Anggi dan keluarga yang telah saya repotkan.



NB : Ketika saya mempost tulisan ini, ayah Anggi yang sempat ngobrol dengan saya telah dipanggil ke Rahmatullah. Jadi kunjungan kedua saya ke Leces adalah saat bertakziah ke tempat Anggi. Mohon doanya agar ayah Anggi diberikan tempat terbaik di sisi Alloh. Al-Fatihah.


Kamis, 12 Oktober 2017

Unfinished Story : Continue It Anyway

Time flies. Seakan baru kapan saya menulis tentang dimulainya hidup baru saya di kota ini, sekarang saya sudah bisa menulis tentang perubahan yang akan saya lakukan beberapa waktu ke depan.
Kontrak saya di kantor lama sudah selesai. Kenapa tidak dilanjut? Ada banyak alasan, termasuk karena kebijakan-kebijakan kantor yang saya rasa tidak sesuai dengan diri saya setelah bekerja di sana, karena itu saya memutuskan untuk tidak meminta perpanjangan kontrak kerja. Apakah saya merasa bebas sekarang? Sejujurnya tidak juga. Saya menyukai pekerjaan saya, teman-teman dekat yang seide di kantor, dan pembahasan K-pop atau K-drama yang sering saya lakukan dengan teman-teman kantor. 



Meskipun begitu, saya merasa ini adalah jalan terbaik yang harus saya ambil. Kenapa begitu? Karena 4 bulan sebelum kontrak saya habis, sebenarnya saya sudah berniat memperpanjangnya setahun lagi. Alasannya adalah karena saya menyukai pekerjaan saya, dan juga karena leader tim saya yang akan cuti melahirkan 3 bulan. Saya tidak ingin meninggalkan teman setim saya yang sudah sangat dekat dengan saya seolah sebatangkara (halah). Saya sudah melobi ibu saya yang sebenarnya kurang setuju untuk terus bekerja di sana karena menganggap Malang terlalu jauh dari rumah, dan beberapa alasan pribadi lainnya. Akan tetapi, sebuah kejadian mengguncang saya dan mengubah pikiran saya untuk memperpanjang kontrak. Awalnya saya masih ingin bertahan, tetapi kemudian sebuah lowongan kerja yang menarik (yang diinfokan oleh sepupu saya yang masih di Jogja) benar-benar mempengaruhi pertimbangan saya.

2 bulan lebih beberapa hari sebelum kontrak saya habis, saya menghadap HRD untuk menginformasikan bahwa saya tidak akan memperpanjang kontrak. Saya juga mulai mepersiapkan lamaran kerja untuk lowongan yang saya sebutkan di atas. Setelahnya, saya masih bekerja seperti biasa. Tidak lama kemudian ada informasi bahwa pemerintah membuka pendaftaran CPNS batch 1 untuk Kemenkumham dan Mahkamah Agung. Saya mencoba, toh syaratnya mudah dan tinggal upload online saja. Pengumuman lolos seleksinya pun tepat waktu, namun saya belum lolos. Meskipun begitu, harapan datang lagi dengan dibukanya pendaftaran CPNS batch 2 dengan lebih banyak formasi.

Pembukaan pendaftaran CPNS di saat kontrak saya hampir habis ini seperti sebuah penguat alasan kenapa saya tidak melanjutkan kontrak di tempat kerja saya sebelumnya. Saya tidak akan menjelaskan detailnya, hanya saja memang saya semakin merasakan ketidakcocokan di akhir-akhir waktu saya bekerja di sana. Maka, ketika akhirnya saya bangun di hari Senin dan tidak harus masuk kerja, saya merasakan aroma kebebasan, sekaligus bibit-bibit kecemasan yang coba saya biarkan mengering dulu. Bagaimanapun, kebebasan harus dinikmati terlebih dahulu kan?

Jalan saya masih panjang, masih ada banyak hal yang harus dilalui untuk menemukan ending yang paling tepat untuk kehidupan karir saya (ecieh). Apakah selama seminggu lebih tidak bekerja, hidup saya berubah banyak? Sama sekali tidak hahaha. Bedanya cuma di jam dulu saya bekerja, saya sekarang sering melakukan hal-hal yang tidak penting dan memperbanyak tidur. Saya masih makan siang bareng teman-teman kantor yang dari dulu memang sering makan bareng saya. Saat ini saya sedang mengusahakan beberapa hal, mungkin termasuk dirimu (iya, kamu itu). Masa depan saya belum bisa diprediksi, namun semoga semua akan berakhir bahagia untuk kita semua. 

Selasa, 05 Juli 2016

Indonesian Cover Lyrics : Homme (이현, 창민) – Ain’t no love (사랑이 아냐)

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 



Lirik Indonesia :

'Ku sudah tahu, tapi tak bisa menghentikan
Harapan adalah hal yang jahat juga menakutkan
Aku tak mendengarkan mereka menyuruhku berhenti
Saat 'ku membuka mata, kulihat hatiku hangus

*Yang terlalu sakit bukan cinta, kini aku tahu
Menangis sendiri bukan cinta, bukanlah cinta

**Katakanlah, aku ini apa
Kau pasti menganggapku bodoh
Kasihan sekali diriku

Tanpa impian, maka kau kujadikan mimpi
Mungkinkah itulah kenapa kamu tidak pernah jadi nyata
Kuharap aku tegar meskipun bertemu kamu

*Yang terlalu sakit bukan cinta, kini aku tahu
Menangis sendiri bukan cinta, bukanlah cinta

Udara tanpamu sangat aneh
Apa aku membencimu?
Bisakah diriku benci?

*Yang terlalu sakit bukan cinta, kini aku tahu
Menangis sendiri bukan cinta, bukanlah cinta

**Katakanlah, aku ini apa
Kau pasti menganggapku bodoh
Kasihan sekali diriku

Bukanlah cinta
Bukanlah cinta, kini
Bukanlah cinta


Original Lyrics and Translation


Senin, 08 Februari 2016

Indonesian Cover Lyrics : GFriend - Rough

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 


Lirik Indonesia :

Aku berjalan, tidak mendekati kamu
Aku berpaling meski aku suka kamu
Semakin aku mencoba mendekat,
Semakin jauh hati kita terpisahkan

Di sekitar tapi tak bertemu
Kita bagai garis paralel
Tidak mungkin, akhirnya kita ‘kan bersatu
Aku menunggu selamanya

Tidak bisa mengatakan, tapi aku suka kamu
Seperti mimpi-mimpi dan keajaiban
Jika aku bisa berlari melintasi waktu,
(Di dunia yang kejam) kugenggam tanganmu

Tidak bisa bersama, hanya berpapasan
Belum mampu bilang aku menyukaimu
Aku melihatnya, keraguanmu
Kita ternyata memang masih sangat muda

Celah ini tak akan terisi
Kita bagai garis paralel
Suatu hari, akan kuungkapkan padamu
Aku pasti datang untukmu

Tidak bisa mengatakan, tapi aku suka kamu
Seperti mimpi-mimpi dan keajaiban
Jika aku bisa berlari melintasi waktu,
(Di dunia yang kejam) kugenggam tanganmu

Meski kita terperangkap dalam waktu
Pada akhirnya kita akan bersama
Tolong kau tahu, ‘ku sungguh-sungguh
Walaupun belum siap

Tidak bisa mengatakan, tapi aku suka kamu
Seperti mimpi-mimpi dan keajaiban
Jika aku bisa berlari melintasi waktu,
(Di dunia yang kejam) kugenggam tanganmu

Berjanjilah kepadaku, kamu tak akan berubah
Selalulah tersenyum seperti sekarang
Jika aku bisa berlalu melewati waktu

(Di persimpangan jalan) kugenggam tanganmu



Rabu, 04 November 2015

Lamaran Kerja dan Gagal Itu Biasa

Disclaimer : Posting ini murni curhat, tidak memuat contoh surat lamaran, template CV atau apapun, karena saya tidak cukup percaya diri untuk mengajari orang lain dengan kondisi saya yang juga masih dalam pencarian.

Sebagian besar lulusan perguruan tinggi telah memikirkan apa yang akan mereka lakukan setelah wisuda. Pilihannya adalah antara bekerja dan lanjut studi. Hal ini karena sekarang ini, untuk melanjutkan studi jauh lebih mudah dan lebih umum daripada di masa lalu. Temannya yang lanjut studi sudah banyak. Beasiswa juga banyak asal memenuhi syarat. Namun, tren melanjutkan studi ini kadang bukan hanya karena keinginan untuk mendalami ilmu lebih lanjut, tapi juga dengan pemikiran "ah daripada nganggur". Kadang lho. KADANG. Jadi tidak semua begitu.

Balik lagi kepada pilihan tadi, ada juga yang sebenarnya ingin lanjut studi dengan mengharapkan beasiswa dengan maksud supaya tidak membebani orangtua (sungguh mulia ya), namun sungguh sayang ada syarat yang tidak terpenuhi. Biasanya, beasiswa bisa dicari bermodalkan IPK dan skor bahasa Inggris (TOEFL atau IELTS). IPK cumlaude dan skor TOEFL 500 / 550, misalnya. Bila tidak tercapai salah satu, keinginan untuk lanjut studi dengan beasiswa ini sering akhirnya dikubur dalam-dalam, kemudian mau tidak mau jalan yang harus dipilih adalah mencari kerja.

Orang-orang yang sejak awal memilih untuk bekerja setelah lulus, ditambah dengan yang merubah pilihan menjadi bekerja karena belum mampu lanjut studi ini tentunya membuat persaingan di dunia kerja semakin sengit. Apalagi, Indonesia juga mengalami perlambatan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2015 jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Berita PHK di TV sudah biasa, meskipun kebanyakan yang kena adalah golongan buruh. PNS, yang sering menjadi pilihan kerja utama, sedang mengalami moratorium. Yaaaaaah :(

Saya tidak punya IPK super. Predikatnya Memuaskan, bukan Sangat Memuaskan apalagi Cumlaude. Saya tidak begitu aktif di kampus. Saya aktifnya nonton drama korea, variety show korea dan anime slice of life. Tentu CV saya juga terlalu biasa. Sebagai salah satu cara menambah kapasitas diri, saya mengikuti kursus English For Job Hunting yang diselenggarakan CILACS UII. Saya lulus bulan Mei, tapi saya baru mulai mencari kerja sekitar akhir Agustus.

Apa saja yang pernah saya masuki lamaran? Sudah cukup banyak. Jurusan saya memang agak kurang komersil, tidak hot, jadi kebanyakan yang saya lamar memang posisi-posisi dengan kualifikasi Semua Jurusan / All Major. Apa saja pekerjaan yang sudah saya lamar? Antara lain :


  1. Pendamping Desa oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
  2. Staf Adminstrasi oleh Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM
  3. Staf Profesional oleh Perum Perumnas
  4. Relationship Staff oleh Blibli.com
  5. Marketing Online oleh Agung Digital Printing
  6. Admin Social Media oleh JogjaCamp
  7. Staf Administrasi di Indoprima Gemilang
  8. Staf Administrasi di Tanobel Food
  9. Staf Pendukung Tata Usaha Inspektorat oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
  10. Admin Trainee oleh MX Mall
  11. Penyelia oleh Pos Indonesia
  12. Management Development Program oleh Apotek K-24
  13. Admin Toko oleh Gading Mas Swalayan
  14. Staf Administrasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
  15. Transkriptor oleh Mahkamah Konstitusi RI
Ternyata setelah diurutkan dengan angka, saya sudah cukup banyak melamar pekerjaan. Dari 15 lamaran tersebut, saya dipanggil untuk tahap selanjutnya (lolos administrasi) HANYA oleh 2 perusahaan, yaitu Apotek K-24 dan Pos Indonesia. Mengenai apa yang terjadi dengan panggilan tersebut, akan saya bahas dalam posting selanjutnya.  

Apakah saya sedih? Terpuruk? Down? Dan perasaan-perasaan buruk lainnya? TENTU SAJA! Saya tahu kalau jurusan saya memang kurang menjual, sementara saya menyukai pekerjaan-pekerjaan administrasi, oleh karena itu saya paling sering melamar untuk posisi Administrasi. Kendalanya, banyak posisi Administrasi yang mencantumkan kualifikasi SMA/SMK, sehingga saya merasa sayang dengan kuliah S1 saya. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya mendaftar lowongan Administrasi dengan kualifikasi D3/S1 Semua Jurusan. Meskipun begitu, sepertinya perusahaan akan lebih memilih pelamar yang kualifikasi pendidikannya mendukung tugas administrasi. Selain berbagai macam perasaan buruk yang berkecamuk, ada pula perasaan tidak enak pada orangtua. Saya selalu merasa, semakin lama di rumah, potensi konflik akan semakin besar.

Apa yang saya lakukan saat saya drop down gorgeous? Saya akan mengingat pengalaman seorang kawan yang juga pernah berjuang seperti saya. Dengan CV yang sangat lebih oke daripada saya, dia mengaku memasukkan lamaran ke 18 perusahaan sebelum akhirnya lolos MDP di sebuah bank syariah terkemuka. Dia sudah jadi manajer, ditempatkan di Pekanbaru, namun sekarang sudah resign :D Dia adalah inspirasi utama saya meskipun mungkin dia tidak tahu. Selain itu, saya juga mengingat bahwa masih ada juga teman yang lulus sebelum saya namun masih berjuang keras untuk menemukan tempatnya. Kemudian saya melihat banyaknya pencari kerja di job fair pertama yang saya ikuti, yaitu ECC UGM Career Days bulan Agustus kemarin. Se-stress apapun, saya tidak akan mogok makan, mogok ngenet, dan mogok nonton korea. Tidak bisa. Menunggu episode variety show baru adalah salah satu hal yang membuat saya selalu antusias dengan datangnya minggu yang baru. 


Soal potensi konflik dengan orangtua, saya memilih pergi beberapa waktu setiap bulannya, sehingga akan ada waktu untuk mendinginkan kepala baik bagi saya maupun bagi orangtua saya. Hari ini juga adalah waktunya saya pergi lagi, kira-kira untuk seminggu kedepan. Kemana? Yogyakarta. Hati saya masih terikat kuat dengan tempat ini. Selain itu, saya masih punya kosan yang terus saya perpanjang selama saya belum mendapatkan pekerjaan. Daripada kalau butuh ke Jogja harus ngehotel?

Perjalanan saya mencari pekerjaan masih terus berlanjut. Hingga saat ini, kegiatan tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan. Saya masih terus mencoba mengirimkan lamaran. Semoga saya bisa secepatnya mendapatkan pekerjaan terbaik yang sudah disiapkan oleh Alloh sehingga saya akan segera berhenti sepenuhnya mengandalkan uang orangtua untuk hidup. Aaamiiin ya robbal 'alamin...

Sabtu, 31 Oktober 2015

Indonesian Cover Lyrics : IU - Heart

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 


Lirik Indonesia :

Tuk, aku tertawa karenamu
Kung, aku terjatih karenamu
Chuk, aku menahan karenamu
Tung, berdering di telingaku, kamu

Melihat dirimu
Aku menghela nafas berat
Sakit, rasanya terluka
Karena dirimu

Tidak apa bila kamu tidak tahu
Atau tak menemukanku
Cahaya kecil ini tak akan padam
Berkelip, hidup di sini
Hidup selamanya

Terus memandangmu
Sampai-sampai mataku pedih
Sedih, merasakan ini
Karena dirimu

Tidak apa bila kau tak menjawabku
Atau tak menenangkanku
Cahaya kecil ini tak akan padam
Berkelip, hidup di sini

Jika dunia ini terlahir lagi
Aku menua kembali
Hati ini tak akan pernah keriput
Berkelip, hidup di sini
Hidup selamanya
Hidup selamanya

Original lyrics and translation

credit to the owner

Jumat, 16 Oktober 2015

Ketika Mantanmu Menikah

Ada seseorang, yang pernah mengisi hidupmu dengan bunga-bunga. Seseorang yang tersenyum karenamu, sekaligus membuatmu tersenyum. Seseorang yang pernah mengayuh sepeda bersamamu, pulang sekolah bersamamu, bertukar pesan lewat SMS denganmu, dan yang terasa istimewa dalam hidupmu.

Lalu waktu, lalu pengetahuan baru, lalu beragam alasan lain merubah semua itu. Berubah status, berubah hubungan, berubah canggung. Selama beberapa waktu, kecanggungan itu belum sirna. Sampai di suatu titik, yang sepenuhnya atau sebagian besarnya lupa pada masa lalu di antara kalian. Saat itu, ada dua pilihan, putus kontak dan melanjutkan hidup dengan label teman. Apabila memilih putus kontak, selesai urusan. Masa bodoh. Bodo amat.

Ketika kalian memilih melanjutkan hidup sebagai teman, maka mau tidak mau hidup kalian akan berlanjut dengan masih bersinggungan. Meskipun begitu, itu bukan masalah besar. Dia, mantanmu itu, malah bisa menjadikanmu teman curhat yang hebat, yang bisa menggarisbawahi kesalahannya dengan tepat. Semua berjalan seperti biasa. Hidup yang normal dengan teman-temanmu, termasuk dia.

Kemudian undangan itu datang. Darinya, yang akan menikah dengan kekasihnya sejak lama, yang juga kamu kenal orangnya. Kamu ikut bahagia, tentu saja, dengan ketulusan jiwa yang benar-benar nyata. Dia yang berantakan dan sedikit tidak jelas hidupnya akan mendapat tanggung jawab baru, serta arah hidup baru bersama orang yang sepertinya dicintainya.

Jauh di dalam hatimu, di sisi yang lain, ada iri yang menelisip. Kenapa orang yang pernah bersamamu melihat bunga-bunga di masa lalu itu, sudah mendapatkan jalan yang tepat untuk dilalui dengan orang yang terbaik baginya? Sementara dirimu, melihat sosok belakang orang yang cocok bagimu saja belum pernah. Kamu masih asyik melihat kanan dan kiri, berharap seseorang akan menjadi yang terbaik untukmu suatu hari nanti.

Hari itu, saat kamu melihat dia bersanding dengan orang yang dipilihnya, bersanding mesra di pelaminan, ada campur aduk perasaan yang berkecamuk dalam hatimu. Ikut bahagia, namun iri, namun senang, namun merasa ditinggal, namun sedikit bangga. Dan giliranmu berfoto tiba. Kamu memberikan senyum, ucapan, dan doa terbaik baginya, bagi orang yang dipilihnya, bagi kehidupannya selanjutnya.

Juga berdoa, untuk masa depanmu sendiri yang belum pasti.

Selasa, 12 Agustus 2014

Indonesian Cover Lyrics : TVXQ (Tohoshinki) - In Our Time

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 


Lirik Indonesia :

Bila diriku tersenyum padamu, kau pasti akan ikut tersenyum
Bila dirimu selalu tersenyum, seseorang akan ikut tersenyum
lalalala lalalala
lalalala lalalalala

Bila diriku sedang menangis, kau pasti akan melindungiku
Bila kau melindungi sepenuhnya, seseorang akan melindungimu
lalalala lalalala
lalalala lalalalala

lalalala lalalala
lalalala lalalalala

Mari kumpulkan airmata di dunia, menyebarkannya di setiap jalan
Suatu hari di kaki seseorang, akan ada bunga yang mekar
Bunga indah yang kita rangkai bersama, dipenuhi dengan kebahagiaan
Kita semua bisa menjadi satu, sekarang percayalah itu
lalalala lalalala
lalalala lalalalala
lalalala lalalala
lalalala lalalalala

Apa yang aku percaya selalu, pasti juga akan kau percaya
Apa yang kamu percaya selalu, akan dipercaya oleh yang lain
lalalala lalalala
lalalala lalalalala
lalalala lalalala
lalalala lalalalala

Mari tangkap semua senyum di dunia, menerbangkannya jauh ke angkasa
Suatu hari, di sebuah jalanan, akan ada bulu yang jatuh
Bulu-bulu kecil terkumpul bersama, menciptakan sayap-sayap yang kuat
Mampu merengkuh tangan kita semua, aku percaya akan itu

Terkadang kita lupa, kita tidak pernah sendiri dalam menghadapi kesedihan
Pasti 'kan ada orang di dekat kita yang selalu membantu dan mengulurkan tangannya kepada kita

Mari kumpulkan airmata di dunia, menyebarkannya di setiap jalan
Suatu hari di kaki seseorang, akan ada bunga yang mekar
Bunga indah yang kita rangkai bersama, dipenuhi dengan kebahagiaan
Kita semua bisa menjadi satu, sekarang percayalah itu

Sekali lagi percayalah

lalalala lalalala
lalalala lalalala


Original Lyrics and Translation







Kamis, 17 Juli 2014

Bukan Angin

--repost dari facebook tanggal 17 Juni 2011--


Jika aku adalah anginmu,
yang menguatkanmu saat kau surut
yang mendorongmu hingga mencapai pantai
yang tak bisa terpisah dari gelombangmu

Dengan senang hati,
kulindungi kau dari kerasnya karang
kututupi kau dari sengatan mentari siang hari
kujaga kau dari tebing-tebing terjal

Tapi aku bukan anginmu
Bukan pula sekedar kapal layar yang mengarungimu
Bukan,
aku adalah pasir di pesisir
yang kadang kau sapa saat pasang
dan kau tinggalkan saat surut

Tentang kamu,
dan tentang arus yang mengejarmu
aku tidak mungkin tahu
dan tidak ingin tahu

Rabu, 16 Juli 2014

song story : Please Stop The Time

--repost tulisan di facebook tanggal 28 Juli 2012--


(tulisan bercetak miring adalah terjemahan bahasa Indonesia dari lagu Tohoshinki - Toki Wo Tomete)

Konstelasi musim panas seperti akan terbang
Sampai mereka bergulir turun diantara gedung, jauh dari pandangan
Hari-hari melewati kita
Dan kadang hal kecil membuatmu ingin menangis
Senja semakin turun. Langit bertambah gelap dan menggelap. Aku mendongak. Serombongan burung terbang melewatiku, membawa keriuhan sesaat dengan cericit mereka. Aku terus mendongak. Aku menahan airmata yang mulai berdesakan supaya tidak mengalir.
"Hei, kalau kau memang ingin menyapaku, kenapa kau tidak datang sendiri, malah menitipkannya melalui burung-burung itu? Dasar bodoh." kataku lirih.
Langit sudah benar-benar gelap. Aku melihat Vega, altair dan Deneb di langit utara. Musim panas. Saat kami biasa berjalan di downtown dan mencari toko es krim.

Toko yang ingin kau kunjungi suatu hari nanti
sudah tidak ada lagi
Tapi kita tetap percaya
"Cinta kita takkan pernah berakhir"


"Aku ingin mencari syal yang bagus untuk musim dingin nanti. Apa kau tahu tempat yang murah tapi kualitasnya bagus? Aku ingin yang rajutan."Aku memukul lengannya pelan. Murah tapi kualitasnya bagus? Di downtown seperti ini? Mana ada.
"Seharusnya ada! Pusat kota itu pusatnya segala hal tahu!" dia ngotot. Aku tertawa.
"Kenapa kamu selalu menertawakan aku sih? Heran. Aku sama sekali tidak melucu!" dia cemberut. Aku tertawa semakin keras.
"Dengarkan aku! Berhenti tertawa! Kamu selalu membuatku terlihat bodoh." wajahnya mengeruh. Aku berusaha menghentikan tawaku. Dia serius ternyata.
"Hei, pemarah. Coba jawab aku. Apa aku pernah tertawa seperti saat bersama orang lain? Apa kau pernah melihatku tertawa seperti ini saat tidak bersamamu?"
Dia terdiam. Tapi wajahnya yang tadi tegang mulai mengendur. Aku mengacak rambutnya dengan sayang. Dia adalah hal berharga yang kumiliki di dunia ini.

Buat waktu berhenti, aku ingin bersamamu selalu
Aku mendongak, berharap pada langit
dan mengikuti setiap bintang yang bersinar
Mencarimu


Bukit ini masih sama seperti waktu-waktu yang lalu. Ketika kami berkemah di sini. Aku tidak pernah menyangka akan kembali kemari sendiri. Tidak pernah. Bahkan dalam mimpi-mimpiku yang selalu sepi dan kosong, dia akan datang entah darimana dan menemaniku dalam sepi dan kosong. Hembusan angin kali ini lebih dingin dari saat-saat itu. Musim panas yang sama. Aku masih bisa melihat Vega, Altair dan Deneb. Aku mencium bau rumput liar yang terinjak langkah serampanganku. Pohon dogwood kesukaannya sedang berbunga, sepertinya pohon itu ingin menyambut kebaikan hatinya. Kasihan pohon itu, tidak tahu aku datang sendiri. Aku menatap segitiga musim panas di langit dan mencari rasi Lyra kesukaannya. Leherku pegal, tapi aku tidak berhasil menemukan rasi itu. Kenapa? Padahal aku selalu bisa melihat itu saat bersama dengannya.

Aku tidak bisa berkata bahwa aku mencintaimu
dan bergetar di pantai, cinta kita saat muda
Mata kita terhenti, terkunci satu sama lain
dan aku merasa aku akan kehilangan sesuatu jika aku buta


Mengapa kami diipertemukan bila akhirnya kami tidak bisa bersama-sama? Kenapa tidak ada yang memperingatkanku bahwa waktu bisa memberikan hal-hal yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehku? Debur ombak yang biasanya kami nikmati bersama dengan senyum lebar, sekarang hanya menjadi suara ribut yang memberikan cipratan-cipratan asin di wajahku. Tanpa dia, pantai ini tak berarti lagi untukku. Dia yang menyukai pantai ini. Dia akan berlari kesana kemari, bermain dengan pasir, kayu, kepiting, kelapa, apapun yang dia temukan, dan melompati ombak yang meraih kakinya. Aku selalu hanya duduk di atas pasir, tersenyum melihatnya bermain dengan gembira. Saat dia sadar kalau aku memperhatikannya, dia akan melambai sambil tertawa. Dia akan berlari ke arahku, tersandung pasir, berdiri, kembali berlari, sambil membawa rumput laut, potongan kayu, atau apalah yang sedang dia mainkan untuk disodorkan kepadaku. Bibirku yang mengerucut akan dia sambut dengan mata lebarnya yang berbinar-binar.

Janji yang kita tulis di atas pasir
mungkin telah terhapus oleh ombak yang surut
tapi saat itu kita percaya
"Cinta kita takkan pernah berakhir"


Dia menulis sesuatu dengan potongan kayu yang ditemukannya saat menyusuri pantai. Aku menyipitkan mata, berusaha melihat apa yang ditulisnya. Mataku berkaca saat berhasl membaca tulisannya. Dia memang manusia lembut yang tidak bisa ditebak pikirannya. Dia bebas seperti angin. Dan entah kenapa dia suka sekali berpusar di sekitarku. Membuatku terbiasa dengan kehadirannya, bahkan membutuhkannya.
"Ayo kita pulang." dia sudah berdiri di sampingku.
"Sudah bosan bermain?"
"Aku lapar."
Dia menarik-narik tanganku. Aku berdiri, membersihkan pasir di celanaku.
"Kau akan memasakkan spageti untukku seperti biasanya kan? Jangan masukkan bawang bombay terlalu banyak! Tenggorokanku akan panas!"
Dia menggandeng tanganku dan memaksaku berjalan. Aku menoleh pada tulisan yang dia buat di pasir tadi. Bagian bawahnya sudah terjilat ombak. Tapi aku masih bisa membacanya.

Buat waktu berhenti, aku ingin bersamamu selalu
Aku ingin lebih menjagamu
Ketika aku mengingat setiap hal tentangmu
Aku hanya percaya pada keabadian


"Kau beda sekali. Pasti teman-temanmu itu akan terkejut. Bagaimana, kau mengakui kemampuanku kan sekarang?""Tentu saja tukang dandan pandai mendandani."Dia mendelik. Aku tertawa.
"Kita berangkat sekarang saja. Kalau lama-lama nanti keringatmu yang seperti banjir itu keburu datang."
Seperti biasa, dia duduk di depan kemudi. Aku duduk dengan tenang di kursi penumpang. Latar belakang yang berbeda membuatku tidak punya kompetensi untuk berurusan dengan benda beroda empat ini. Berbeda dengannya yang sudah akrab dengan benda ini bahkan sejak umurnya belum menginjak 17 tahun.
Perjalanan yang penuh canda kami lalui. Manusia, entah apakah karena memang telah tertakdirkan, atau karena kekurangannya sendiri, terkadang harus mengalami hal buruk yang lebih buruk dari sekedar mimpi buruk.
Seorang bocah tiba-tiba berlari ke tengah jalan, mengejar bola merahnya yang menggelinding. Dia, yang hatinya lembut, yang bertindak semaunya seperti angin, membanting setirnya ke arah kiri untuk menghindari bocah itu, dan untuk disambut oleh sebuah pohon tua. Suara derakan keras membuatku sesaat kehilangan kesadaran.
"Bangunlah. Ayo bangun." suaranya masuk ke dalam gendang telingaku. Aku membuka mata. Detik berikutnya aku menyesal membuka mataku. Darah mengalir di sebagian besar wajahnya. Tapi aku masih bisa melihat senyumnya yang lembut.
"Bang, aku mencintaimu. Ikhlas ya." dia meringis, tampak menahan sakit.
"Kamu bicara apa?" aku tersadar seratus persen, lalu mencoba membuka pintu. Tidak, aku tidak luka, aku sehat.
"Tolong! Toloong!" aku berseru-seru di pinggir jalan. Sebuah mobil berhenti.
"Tolong istri saya! Tolong!" tanpa menunggu jawaban aku berlari ke mobil yang ringsek. Orang-orang di mobil itu mengikutiku dengan tergesa.
"Ayo kita ke rumah sakit. Bangun. ayo bangun!" aku menyentuh tangannya dan terpaku. Ini bukan tangannya yang biasa. Dia sudah pergi.
Aku terduduk dan merasakan aliran air di pipiku.
"Bang, aku mencintaimu. Ikhlas ya."

Buat waktu berhenti, aku ingin bersamamu selalu
Aku mendongak, berharap pada langit
dan mengikuti setiap bintang yang bersinar
Mencarimu

Buat waktu berhenti, aku ingin bersamamu selalu
Aku ingin lebih menjagamu
Ketika aku mengingat setiap hal tentangmu
Aku hanya percaya pada keabadian




Hari-hari yang berulang itu kuanggap sebagai kebahagiaan yang sewajarnya.
Hari-hari yang terus berulang meski terlihat seperti sesuatu yang sewajarnya tapi sebenarnya tidak begitu. "Keseharian" adalah suatu keajaiban yang berharga. Itu adalah saat-saat penuh kelembutan yang menghangatkan hatiku.
--Shiharu Nakamura--

Senin, 14 Juli 2014

Indonesian Cover Lyrics : TVXQ (Tohoshinki) - I Know

Indonesian Cover Lyrics adalah terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan lagu aslinya sehingga bisa dinyanyikan sesuai dengan musik dari lagu tersebut. 


Lirik Indonesia :

*Seberapa dalam dan lama diriku telah mencintaimu?
Meski telah kulepaskan jari-jarimu
katakan kita 'kan bertemu lagi

Mencintaimu...

Kemarin dan hari sebelumnya, tiap malam (slalu)
Aku memikirkanmu, betapa bodoh aku
Kau ada di dekatku atau jauh disana
Hatiku selalu bersamamu

Kata-kata yang ada di hatimu, katakan semuanya padaku
Setiap orang miliki tempatnya
Aku sudah lama tahu

*Seberapa dalam dan lama diriku telah mencintaimu?
Meski telah kulepaskan jari-jarimu
katakan kita 'kan bertemu lagi

Saat merasa bahagia atau sedih (slalu)
Aku memikirkanmu, ini tidak benar
Waktu berlalu tanpa terhentikan
aku sudah lama tahu

Aku jatuh cinta sangat dalam meski
takkan ada harapan
Kesepian selalu datang saat aku menahanmu
di sampingku erat-erat

Aromamu yang wangi, bayang-bayang sosokmu
Mengisi setiap kekosongan diriku
Sekali saja dalam hidup
Ingin kurasakan cintamu

*Seberapa dalam dan lama diriku telah mencintaimu?
Meski telah kulepaskan jari-jarimu
katakan kita 'kan bertemu lagi

** Tak peduli seberapa besar aku ingin mencintaimu
Orang yang bisa membuatmu bahagia bukan aku,
aku benar-benar tahu

Dan aku hanya mencintaimu...


Original Lyrics and Translation



Sabtu, 05 Juli 2014

I Like Covering K-pop Songs' Lyrics

Sejak kapan saya mengenal K-pop? Sejak SMA. Saat Queen Seondeok, Boys Before Flower diputar di Indosiar, dan juga re-run Full House. Lebih tepatnya, mungkin sekitar tahun 2009. Artis K-pop yang pertama kali saya suka adalah Rain, karena adanya Full House itu. Jaman itu, internet tidak seumum sekarang, saya salah satu yang beruntung karena bapak saya memasang jaringan internet sendiri di rumah. Makanya saya mulai mendownload Full House sendiri, juga mencari lagu-lagu yang sekiranya menarik.

Sebagai seorang yang mudah bosan, ketika Brilliant Legacy diputar di TV, saya juga suka sama Lee Seunggi. Rain mulai terlupakan. Saya masih punya beberapa lagunya, macam Unfinished Story dan Let's Break Up. Tapi saat-saat itu saya cuma menjadi fans occasional saja, tidak serajin saat mulai kuliah. Puncak kesukaan saya pada K-pop adalah saat TVXQ comeback dengan Why (Keep Your Head Down). Saya sempurna menjelma menjadi fangirl. Apalagi saat itu saya mengenal beberapa teman kuliah yang juga suka K-pop, meskipun bukan TVXQ. Dia ELF, Super Junior mania, tapi juga tahu K-pop jauh lebih banyak daripada saya. Kenal SNSD saja juga dari dia. Lucu juga, soal SNSD dan Super Junior, dulu saya sempat berpikir, "Banyak banget, gimana ngapalinnya nih?" :D

Kenapa saya sekarang suka membuat cover lirik berbahasa Indonesia dari lagu-lagu yang saya sukai? Awalnya, sebuah facebook page yang mendukung TVXQ 2 member (yang kebetulan saya kenal adminnya secara maya) membuat TVXQ 6th Album Project dengan menerjemahkan terjemahan lirik bahasa Inggrisnya ke bahasa masing-masing anggota page. Saya kebetulan menerjemahkan jadi bahasa Indonesia. Tapi saat itu saya hanya membuat terjemahan biasa, bukan cover lirik. Entah kenapa, saya jadi ingin membuat lirik bahasa Indonesia yang bisa dinyanyikan sesuai lirik bahasa Koreanya. Oleh karena itu, cover lirik pertama yang saya buat adalah TVXQ - Catch Me.

Sebagian besar lirik yang saya cover adalah dari lagu-lagunya TVXQ. Wajar sekali, karena saya memang melakukannya sebagai hobi, refreshing. Terjemahan bahasa Inggrisnya biasa saya dapatkan dari kpoplyrics.net dan popgasa.com, atau juga situs-situs lainnya kalau di dua situs itu tidak ada. Lagu non-TVXQ pertama yang saya buat cover liriknya adalah Hyorin - I Choose To Love You. Itu atas permintaan teman saya yang SISTAR mania. Agak-agak aneh karena saya tidak familiar dengan lagunya. Maklumlah ya :)

Cover lirik biasanya saya buat setelah membuat terjemahan bebasnya, atau kadang langsung dari bahasa Inggrisnya. Saya membuat cover untuk setiap baris, untuk mengetahui pemenggalan yang pas. Saya membuat cover sambil mendengarkan lagunya, untuk mengepaskan lirik Indonesia yang saya buat dengan lirik aslinya. Lamanya tergantung susahnya lagu dan keinginan saya :) Bagian rap yang umumnya sulit untuk dicover.

Saya akan mempost cover lirik yang sudah saya buat. Sebagian sudah ada di facebook saya. Yah, supaya blog ini ada isinya :D

Kamis, 29 Mei 2014

Unrequited Love

Mereka memanggilnya Unrequited Love.
Atau One-Sided Love.
Cinta bertepuk sebelah tangan, bahasa Indonesianya.
Kenapa bertepuk sebelah tangan?
Apakah karena kau memukul udara dan mendapati kekosongan
Atau karena kau bergerak tapi tak mengeluarkan suara
Sehingga hanya diri sendiri yang tahu semua itu?

Tak apa, tak apa
Tak berbalas pun, dia tetap cinta
Tak ada yang tahu pun, dia tetap cinta
Rasanya akan sama
Bahkan kepedihan membuatnya lebih berwarna
Seperti setangkai mawar yang mekar sendiri
Terlihat kesepian, tapi indah tak terperi

Kamis, 13 Maret 2014

B.R.I.S.E.

Kenapa blog ini saya namakan B.R.I.S.E. ?
Ada dua arti dari kata tersebut.

Arti pertama adalah B-Rise, atau Be Rise, dalam bahasa Inggris. Arti yang saya maksud yaitu Jadilah Meningkat. Saya sudah pernah punya blog, dan isinya tidak terlalu teratur. Blog baru ini, sesuai dengan arti pertama di atas, saya harapkan lebih meningkat kualitasnya dari blog yang lama.

Arti kedua adalah Brise, dalam bahasa Perancis, artinya adalah Angin Sepoi-Sepoi. Arti ini saya dapat saat iseng memanfaatkan Google Translate - Detect Language. Angin sepoi-sepoi dalam bahasa Inggris adalah breeze, mirip ya dengan brise. Saya ingin blog ini menjadi semacam tempat refreshing bagi saya maupun bagi yang tidak sengaja (ataupun sengaja) membacanya.

Deskripsi "When the rain rises and becomes blue, light breeze will come to you..." itu sebenarnya juga berasal dari dua arti di atas, rise dan brise. Bila diindonesiakan, kalimat itu adalah "Saat hujan naik dan menjadi biru, angin sepoi-sepoi akan datang padamu...". Hujan naik itu agak aneh, karena yang terjadi adalah hujan turun. Rain falls, bukan rain rises. Tapi hujan naik ini berarti penguapan, saat air hujan di bumi naik kembali ke langit, bercampur dengan bias cahaya yang berwarna biru. Penguapan terjadi ketika ada panas matahari. Tempat yang panas, akan memiliki tekanan udara rendah, sehingga angin akan bertiup ke sana dari tempat lain yang tekanan udaranya lebih tinggi.

Hidup terdiri atas kejadian-kejadian yang saling berkaitan. Saya tidak percaya karma, tapi saya percaya pada takdir, pada perputaran nasib. Tidak ada hujan yang selamanya, tak mungkin juga panas untuk selamanya. Come rain, come shine. Between them, you can feel the wind.